Krisis Tambang di Bencah: Warga Ngamuk, Pos PT Timah Diserang, Satgas Tak Berkutik

Nasional344 views

Bangka Belitung – Situasi panas meletup di Desa Bencah. Sekitar seratus lebih warga penambang pada Senin (29/9/25) pagi mengamuk dan menyerang Pos Stasiun Pengumpul Timah milik PT. Timah. Aksi anarkis ini dipicu keresahan warga atas keberadaan Satgas Halilintar, yang dianggap membuat hidup penambang semakin sulit.

Kronologi Memanasnya Aksi

Sejak pukul 08.30 WIB, ratusan warga berbondong-bondong mendatangi Pos PT. Timah di jalan Tepus, Desa Bencah. Mereka menolak keras keberadaan Satgas Halilintar yang dianggap membuat hasil tambang rakyat hanya bisa dijual ke PT. Timah dengan harga murah, berbeda jauh dengan harga smelter swasta.

Awalnya, Satgas Halilintar tidak berada di lokasi. Namun massa yang sudah terlanjur marah mulai merusak fasilitas pos, memecahkan kaca, hingga menghancurkan peralatan di dalam. Tak lama kemudian, tiga anggota Satgas Halilintar tiba dengan sepeda motor. Mereka melepas tiga kali tembakan peringatan ke udara.

Alih-alih mereda, tembakan itu justru memicu kemarahan massa. Warga menyerang seorang satpam yang merekam aksi, merampas serta merusak ponselnya, lalu memukulinya. Dua anggota Satgas Halilintar yang berada di lokasi juga tak luput dari amukan massa, bahkan sempat dikeroyok meski membawa senjata.

Pos Rusak, Situasi Tak Kondusif

Dari foto-foto yang diterima redaksi, kondisi pos pasca-penyerangan tampak porak-poranda. Kaca berserakan, meja kursi hancur, dan suasana kacau. Sekitar pukul 11.00 WIB, Wadansatgas Halilintar bersama belasan anggota bersenjata laras panjang mendatangi lokasi untuk mengecek situasi sekaligus membuka ruang dialog dengan warga.

Pertemuan darurat pun digelar di rumah Qori, perwakilan mitra PT. Timah. Puluhan warga hadir dan menyampaikan tuntutan keras: Satgas Halilintar harus angkat kaki dari Desa Bencah. Mereka juga menuntut harga beli bijih timah rakyat disamakan dengan harga smelter swasta.

Damai Sementara, Bara Tetap Menyala

Pertemuan berlangsung hingga pukul 12.30 WIB. Meski kedua belah pihak sepakat berdamai sementara, warga tetap menegaskan penolakan terhadap keberadaan Satgas Halilintar di desa mereka.

Namun bara perlawanan sepertinya belum padam. Pada Rabu (1/10/25) mendatang dijadwalkan pertemuan resmi antara penambang, PT. Timah, mitra, dan Satgas Halilintar di Kantor Desa Bencah untuk membahas polemik ini.

Lebih dari itu, aksi lebih besar sudah mulai digaungkan. Senin, 6 Oktober 2025, massa penambang di Bangka Belitung rencananya akan menggelar aksi besar-besaran di PT. Timah. Salah satu tuntutan utamanya: bubarkan Satgas Timah dan samakan harga timah rakyat dengan smelter swasta.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak PT. Timah maupun Satgas Halilintar terkait perkembangan terkini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *