Wacana Demo KAMI Dukung Penonaktifan Kapolri Penuh Kecaman, JARI 98 : Mau Aksi Kok Aneh bin Ngawur!

Nasional80 Views

JAKARTA – Usulan penonaktifan sementara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dilontarkan Benny K Harman terus menuai kecaman dari berbagai pihak.

Namun, pernyataan dukungan penonaktifan sementara Kapolri kembali digulirkan oleh kelompok yang mengaku sebagai Pengurus Besar Komunitas Aktivis Muda Indonesia (KAMI).

Hal itu muncul adanya viral ajakan aksi bersama di depan Gedung DPR RI dan Mabes Polri untuk mendukung Komisi III DPR RI dengan membuat Pansus Polri dan mendukung penonaktifan sementara Kapolri dari jabatannya.

KAMI menilai Kapolri harus bertanggung jawab dengan apa yang terjadi di tubuh Mabes Polri, dan Korps Bhayangkara harus diselamatkan. Rencananya akan digelar pada Jumat Keramat, 26 Agustus 2022 pukul 10:00 Wib di depan Gedung DPR RI dan pukul 11:00 Wib didepan Mabes Polri.

Aksi Nasional itu juga akan dipimpin langsung Oleh Ketua Umum PB KAMI Sultoni.

Menyikapi gerakan aksi dukungan penonaktifan Kapolri, Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) pun angkat suara dan mengkritisi model gerakan massa KAMI yang akan berencana berunjuk rasa pada Jumat Keramat.

“Ini dagelan apa lagi, mulai lucu-lucuan orang-orang yang model begini. Kenapa ikutan latah, padahal banyak yang kritik dan gak setuju Kapolri dinonaktifkan. Kami rasa, mereka ini cuma cari sensasi dan perhatian aja, biar dibilang waow,” ungkap Wasekjen JARI 98 Donny Fraga Wijaya, hari ini.

Menurutnya, Kapolri justru mempertunjukkan sikap profesional, transparan, tegas, tanpa pandang bulu dalam menangani kasus Brigadir J. Apalagi, kasus Duren Tiga sebentar lagi berkas akan rampung dan maju ke Kejaksaan.

“Ini aneh bin ngawur, patut dipertanyakan motif dibalik demo menuntut penonaktifan Kapolri. Kuper, gak gaul jadi kurang up to date ikuti perkembangan kasus Brigadir J. Atau baru bangun,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *